5 ARTIS HOLLYWOOD INI HAMPIR BANGKRUT GARA-GARA JUDI

Judi menjadi gaya hidup untuk beberapa orang, terutama mereka yang berada di kelas ekonomi atas. Hal ini bisa terjadi karena orang-orang kaya tidak terlalu memikirkan berapa banyak uang yang harus mereka keluarkan untuk bersenang-senang, selalu ada hari esok untuk menambah pundi-pundi keuangan dan kembali menghabiskan uang mereka di meja judi.

Salah satu kelompok profesi yang sering dikaitkan dengan dunia perjudian adalah orang-orang yang bekerja di dunia hiburan atau selebritis. Dengan bayaran yang fantastis, mereka punya banyak uang untuk dihabiskan dan tidak khawatir akan kehabisan. Beberapa artis Hollywood terbukti menghabiskan sebagian kekayaan mereka di meja judi, bahkan ada di antara mereka yang memang sudah kecanduan.

Kecanduan semacam ini yang biasanya akan membawa mereka ke dalam kebangkrutan. Untuk yang selalu beruntung dan memenangkan banyak uang dalam judi mungkin tidak masalah, namun sayangnya tidak sedikit dari para penggemar judi ini yang berakhir merana karena uang yang mereka pertaruhkan tidak kembali sama sekali.

Siapa saja sih selebritis-selebritis Hollywood yang pernah kalah besar waktu bermain judi? Yuk, langsung aja kita lihat.

Ben Affleck

ben affleck - judi

Di jajaran pertama ada Ben Affleck. Aktor tampan yang bermain sebagai superhero 2 komik terkenal Marvel (sebagai Dare Devil) dan DC (sebagai Batman) ini memang punya kecanduan yang cukup berat pada dunia judi. Dengan penghasilannya yang mencapai milyaran dollar, memang sulit untuk menahan godaan untuk berfoya-foya. Dikabarkan Affleck kehilangan hingga $400.000 saat bertaruh dengan Presiden Universal Studio, Ron Meyer.

Michael Jordan

michael jordan - judi

Yang berikutnya adalah mantan pemain basket profesional, Michael Jordan. Mungkin Jordan boleh jago main basket, tapi kenyataannya berbanding terbalik ketika ia bermain judi. Kemahirannya dalam basket ternyata tidak berbanding lurus dengan nasibnya saat bertaruh dengan kawan bermain golf-nya, Tiger Wood. Jordan bertaruh $250.000 tiap pukulan bola, totalnya, Jordan kalah taruhan sampai $1 Juta. Luar biasa telak!

Pamela Anderson

pamela anderson - judi

Kalau yang ini pasti pria-pria kenal. Aktris cantik dan seksi yang terkenal dari film serialnya, Baywatch, selalu bisa menghipnotis para penonton dengan payudaranya yang berisi. Tidak salah kalau wanita satu ini pernah dinobatkan sebagai wanita terseksi di salah satu majalah kenamaan di negara Paman Sam. Tapi di samping seksi, ternyata mantan istri dari Rick Salomon ini juga punya kecanduan terhadap judi. Pamela pernah kalah $250.000 dolar hanya dalam semalam ketika berjudi di Las Vegas.

Allen Iverson

allen iverson

Satu lagi wakil penjudi dari dunia Basket. Pemain basket yang pernah bermain membela Detroit Pistons ini juga tidak jauh beda dengan seniornya, Michael Jordan. Bahkan lebih buruk lagi, tidak tanggung-tanggung, Iverson nekat menghabiskan semua uang yang ia dapatkan dari sepanjang karirnya sebagai pemain basket profesional hanya untuk berjudi. Boleh sih senang-senang, tapi gak perlu segitunya juga.

Leonardo DiCaprio

leonardo dicaprio

Kalau yang ini sih idolanya para gadis, apalagi saat bermain di film Titanic. Aktingnya melawan si seksi Kate Winslet berhasil bikin para penontonnya gregetan, apalagi waktu adegan mobil goyang. Pasti semua pada ngejerit iri, ‘kan? Selain kesuksesannya di dunia acting sampai akhirnya berhasil meraih piala Oscar, ternyata DiCaprio punya catatan hitam di perjalanan hidupnya. Aktor tampan ini pernah diciduk oleh kepolisian karena telibat dalam perjudian ilegal. Padahal sudah ada tempat yang legal untuk berjudi, masih aja cari masalah mas Leonardo ini. Ckckck.

Ya, itulah semua selebritis yang pernah kena masalah gara-gara tidak bisa menahan diri dalam berjudi. Berbeda dengan betting online seperti mahaku, judi yang mereka mainkan adalah judi kelas atas yang biasanya dimainkan di kasino-kasino mewah. Uang taruhan yang dimainkan juga luar biasa banyak jadi wajar jika mereka bisa kehilangan uang dalam jumlah banyak. Pesan moralnya adalah kalian boleh bersenang-senang, tapi jangan lupa daratan. Seperti pepatah mengatakan, berhenti sebelum kenyang, tahan diri sebelum menyesal.

Sejarah Jazz Goes to Campus di UI

Musik jazz adalah salah satu aliran musik dari Amerika Serikat yang pada awalnya merupakan sebuah kombinasi musik Afrika dan Eropa dengan improvisasi dari pemain alat musik dan penyanyinya. Pada awal kemunculannya, alat musik yang mengiringi adalah piano, gitar, terompet, trombon, saksofon, dan drum.

musik jazz indonesiaJazz mempunyai beberapa jenis aliran seperti blue notes, polyrhytms, sinkopasi, shuffle note yang cukup disukai oleh masyarakat. Improvisasi yang kaya dari musik ini membuat jazz dikenal dengan kekhasan penampilan individu para pemainnya. Juga komposisi musik yang tidak monoton membuat pertunjukan lebih menarik dan hidup.

Musik jazz pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1930-an, yang dibawa oleh imigran Filipina ke  Jakarta. Mereka menghibur tamu-tamu di hotel-hotel Jakarta. Kemudian musik ini tumbuh dan berkembang ke kota-kota lain yaitu Bandung dan Surabaya yang merupakan kota kelahiran bagi banyak musisi di Indonesia.

Perlahan tapi pasti musik ini semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.  Pada tahun 1980-an, musik jazz mulai memiliki penggemar yang kemudian menjadi musisi jazz ternama seperti Benny Likumahua, Oele Pattiselano, Ireng Maulana, dan grup Alfa Secioria. Kemudian seorang mahasiswa Universitas Indonesia yaitu Candra Darusman, mencetuskan ide untuk mengadakan pagelaran musik jazz di tingkat kampus tepatnya pada tahun 1970-an. Dengan diberi nama Jazz Goes To Campus (JGTC), pagelaran ini pertama kali diadakan di Taman MIPA Kampus UI Salemba, Jakarta. Tujuan awal acara ini amat sederhana, yaitu membawa musik ini ke kampus sekaligus menepis anggapan bahwa musik jazz dikenal sebagai musik mahal yang hanya bisa disaksikan di kafe-kafe dan hotel mewah saja.

Perkembangan JGTC

jazz goes to campus 2015

Jazz Goes to Campus kemudian menjadi acara tahunan di kampus ini dan tidak hanya di Jakarta, JGTC juga mengadakan roadshow ke berbagai daerah di kota besar seperti Bali, Semarang, Yogyakarta, Bandar Lampung, dan Bandung. Roadshow ini juga bertujuan untuk membawa musik jazz ke kampus-kampus lain yang ada di seluruh Indonesia. JGTC kemudian menjadi sebuah festival kampus yang paling dinanti keberadaannya dan pada tahun 2016 jumlah pengunjungnya mencapai 20.000 penonton. Festival ini akhirnya menjadi tolok ukur perkembangan musik jazz di tanah air.

jazz goes to campus 2017Setiap tahunnya festival ini menghadirkan musisi-musisi jazz internasional dan lokal. Musisi yang pernah memeriahkan festival ini di antaranya Depapepe, Bubi Chen, Dave Koz, Claire Martin Quintet, dan Lenka. Sedangkan dari lokal, JGTC telah menghadirkan musisi sekelas  Ireng Maulana, Jack Lesmana, Bill Saragih, Benny Likumahuwa Tohpati, Syaharani, Elfa Secioria, dan Gilang Ramadhan. Tahun 2017 ini JGTC menghadirkan Al Mckay’s Earth, Wind & Fire Experience (USA), Maliq n D’Essentials, Tulus, Danilla, The Groove, RAN, Rendy Pandugo dan musisi keren lainnya.

Hal yang patut diacungi jempol dari perhelatan ini adalah bahwa festival sebesar ini dikerjakan oleh kurang lebih 300 panitia yang merupakan mahasiswa FEUI. Namun demikian mereka telah menunjukkan kelasnya sebagai professional event organizer.

Idang Rasjidi selaku tokoh jazz Indonesia berharap, festival ini bisa lebih dikembangkan lagi menjadi festival bertaraf internasional dengan digawangi oleh panitia khusus yang bekerja untuk peningkatan kualitas event. Sedangkan value awal event JGTC yang bertujuan tidak mencari keuntungan, namun sebagai sarana untuk memperkenalkan musik jazz di Indonesia tidak lagi menjadi dasar pelaksanaan event. Karena dengan perkembangan musik jazz sekarang, sudah saatnya event ini lebih diseriuskan ke level internasional.