Sejarah Jazz Goes to Campus di UI

Spread the love

Musik jazz adalah salah satu aliran musik dari Amerika Serikat yang pada awalnya merupakan sebuah kombinasi musik Afrika dan Eropa dengan improvisasi dari pemain alat musik dan penyanyinya. Pada awal kemunculannya, alat musik yang mengiringi adalah piano, gitar, terompet, trombon, saksofon, dan drum.

musik jazz indonesiaJazz mempunyai beberapa jenis aliran seperti blue notes, polyrhytms, sinkopasi, shuffle note yang cukup disukai oleh masyarakat. Improvisasi yang kaya dari musik ini membuat jazz dikenal dengan kekhasan penampilan individu para pemainnya. Juga komposisi musik yang tidak monoton membuat pertunjukan lebih menarik dan hidup.

Musik jazz pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1930-an, yang dibawa oleh imigran Filipina ke  Jakarta. Mereka menghibur tamu-tamu di hotel-hotel Jakarta. Kemudian musik ini tumbuh dan berkembang ke kota-kota lain yaitu Bandung dan Surabaya yang merupakan kota kelahiran bagi banyak musisi di Indonesia.

Perlahan tapi pasti musik ini semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.  Pada tahun 1980-an, musik jazz mulai memiliki penggemar yang kemudian menjadi musisi jazz ternama seperti Benny Likumahua, Oele Pattiselano, Ireng Maulana, dan grup Alfa Secioria. Kemudian seorang mahasiswa Universitas Indonesia yaitu Candra Darusman, mencetuskan ide untuk mengadakan pagelaran musik jazz di tingkat kampus tepatnya pada tahun 1970-an. Dengan diberi nama Jazz Goes To Campus (JGTC), pagelaran ini pertama kali diadakan di Taman MIPA Kampus UI Salemba, Jakarta. Tujuan awal acara ini amat sederhana, yaitu membawa musik ini ke kampus sekaligus menepis anggapan bahwa musik jazz dikenal sebagai musik mahal yang hanya bisa disaksikan di kafe-kafe dan hotel mewah saja.

Perkembangan JGTC

jazz goes to campus 2015

Jazz Goes to Campus kemudian menjadi acara tahunan di kampus ini dan tidak hanya di Jakarta, JGTC juga mengadakan roadshow ke berbagai daerah di kota besar seperti Bali, Semarang, Yogyakarta, Bandar Lampung, dan Bandung. Roadshow ini juga bertujuan untuk membawa musik jazz ke kampus-kampus lain yang ada di seluruh Indonesia. JGTC kemudian menjadi sebuah festival kampus yang paling dinanti keberadaannya dan pada tahun 2016 jumlah pengunjungnya mencapai 20.000 penonton. Festival ini akhirnya menjadi tolok ukur perkembangan musik jazz di tanah air.

jazz goes to campus 2017Setiap tahunnya festival ini menghadirkan musisi-musisi jazz internasional dan lokal. Musisi yang pernah memeriahkan festival ini di antaranya Depapepe, Bubi Chen, Dave Koz, Claire Martin Quintet, dan Lenka. Sedangkan dari lokal, JGTC telah menghadirkan musisi sekelas  Ireng Maulana, Jack Lesmana, Bill Saragih, Benny Likumahuwa Tohpati, Syaharani, Elfa Secioria, dan Gilang Ramadhan. Tahun 2017 ini JGTC menghadirkan Al Mckay’s Earth, Wind & Fire Experience (USA), Maliq n D’Essentials, Tulus, Danilla, The Groove, RAN, Rendy Pandugo dan musisi keren lainnya.

Hal yang patut diacungi jempol dari perhelatan ini adalah bahwa festival sebesar ini dikerjakan oleh kurang lebih 300 panitia yang merupakan mahasiswa FEUI. Namun demikian mereka telah menunjukkan kelasnya sebagai professional event organizer.

Idang Rasjidi selaku tokoh jazz Indonesia berharap, festival ini bisa lebih dikembangkan lagi menjadi festival bertaraf internasional dengan digawangi oleh panitia khusus yang bekerja untuk peningkatan kualitas event. Sedangkan value awal event JGTC yang bertujuan tidak mencari keuntungan, namun sebagai sarana untuk memperkenalkan musik jazz di Indonesia tidak lagi menjadi dasar pelaksanaan event. Karena dengan perkembangan musik jazz sekarang, sudah saatnya event ini lebih diseriuskan ke level internasional.

Virgoun : Kisah Nyata yang Jadi Lagu Hits

Spread the love

“… Jika memang dirimulah tulang rusukku. Kau akan kembali pada tubuh ini. Ku akan tua dan mati dalam pelukmu. Untukmu seluruh nafas ini…”

Ayo, siapa yang baca kata-kata di atas sambil nyanyi? Hehehe. Kata-kata di atas merupakan bagian refrain dari lagu hits di tahun 2012 dengan judul Seluruh Nafas Ini yang dinyanyikan oleh Virgoun saat bersama Last Child dan menggandeng penyanyi muda berbakat jebolan Indonesian Idol, Gisella Anastasia.

Karir bermusik pria kelahiran Bekasi, 31 tahun silam ini semakin meroket sejak bergabung dengan band bergenre pop punk, Last Child yang terbentuk pada tahun 2006.

Tak ada yang instan untuk menggapai mimpi. Begitu juga dengan Last Child yang mengawalinya dengan lolos audisi band. Kemudian memantapkan diri dengan mengeluarkan album perdana secara swadaya di tahun 2007. Siapa sangka setelah Last Child menelurkan tiga album, Virgoun tanpa deklarasi apapun memutuskan untuk vakum dari band yang membesarkan namanya sejak September 2016 lalu.

kisah nyata jadi lagu hits- virgoun

Pemilik nama lengkap Virgoun Putra Tambunan memilih bersolo karir selama setahun belakangan ini. Rumor hengkangnya Virgoun dari Last Child sempat membuat Last Friend, sebutan fans Last Child kecewa yang segera ditepis oleh Virgoun. Setelah meluncurkan album solo, yang merupakan  project pribadinya, Virgoun menyatakan siap kembali menciptakan single terbaik bersama Last Child.

Pria berdarah Batak ini selain menjadi vokalis, dia jugalah yang menciptakan sebagian besar lirik romantis untuk Last Child dan album solonya. Makanya, gak heran kalau banyak anak muda ngefans banget sama Virgoun karena kejujuran setiap kata yang melekat pada bait-bait lagu yang manis.

Tapi… tau gak sih kalian dari mana munculnya lirik yang menyentuh itu? Yap, susunan kata-kata yang membentuk kalimat melankolis ini tercipta dari kisah pribadi Virgoun sendiri. Salah satunya yang ini nih, lagu Sekuat Hatimu yang dirangkai sebagai permohonan maaf ke ibu tercinta.

Lagu ini tulus lho, dia ciptakan karena kesalahannya semasa kuliah hingga membuatnya drop out dan seminggu kabur dari rumah. Sebagai orangtua tentu kecewa namun hati yang terluka pun akhirnya luluh lewat pengakuan seorang anak yang dilantunkan dengan penuh penghayatan melalui sajak permohonan maaf.

Menjadi Mualaf

Tahun 2013 nama Inara Idola Rusli sempat disebut-sebut menjadi alasan Virgoun pindah keyakinan. Ayah satu anak ini segera mengklarifikasi bahwa itu semua bukan karena semata-mata dia akan menikahi Inara. Sebelumya dia pernah sharing dengan kakak ipar dari Ina tentang agama Islam. Hingga suatu hari dia ditantang untuk membaca terjemahan Al-Qur’an.

Rasa keingintahuan yang tinggi akan agama Islam membuatnya tak segan untuk berbincang bersama orang yang menurutnya paham ajaran Islam. Imam Syekh Ali Jaber kemudian menjadi pembimbing Virgoun untuk memantapkan langkahnya memeluk Islam dan menjadi saksi syahadatnya.

virgoun - inara surat cinta untuk starla

Surat Cinta untuk Starla dan Bukti

Momen penting lainnya bagi hidup Virgoun ialah ketika dirinya mengucapkan ijab kabul dengan yakin untuk pujaan hatinya, Inara Idola Rusli personil Bexxa pada tanggal 14 Desember 2014.

Pada tanggal 20 Mei 2015, dia dikaruniai seorang putri bernama Starla Rhea Idola Virgoun. Selain untuk ibunda tercinta, dia juga menciptakan single untuk anaknya dengan judul Surat Cinta untuk Starla yang dirilis awal tahun lalu dan akan difilmkan dalam waktu dekat.

Di akhir project album solonya, Virgoun membuat lagu Bukti untuk mengungkapkan rasa syukur atas pemberian Tuhan yang indah yakni Inara sebagai pelengkap hidupnya.